SARKASME BAHASA JEPANG PADA DRAMA LIVE ACTION KYOU KARA ORE WA!

  • Rani Wulansari Ariana Universitas Nasional PASIM
Keywords: Bahasa Jepang, Pragmatik, Sarkasme

Abstract

Sarkasme adalah tuturan yang digunakan untuk menyampaikan kritik secara tidak langsung, dengan menggunakan kata-kata pedas untuk menyakiti hati orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tuturan sarkasme pada drama live action Kyou kara Ore wa! Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan kajian pragmatik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara mendengarkan dan mencatat, sedangkan analisis data dilakukan dengan memahami konteks situasi ucapan tersebut untuk mengetahui arti sarkastiknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarkasme dalam bahasa Jepang biasanya disampaikan secara tidak langsung melalui pemilihan kata, nada suara, dan konteks sosial tertentu. Fungsi sarkasme adalah untuk menyampaikan kritik, ketidakpuasan, atau penilaian negatif tanpa melanggar norma kesopanan secara langsung. Lalu, adanya dendam sehingga menimbulkan tuturan yang menyakiti hati lawan bicara.

Sarkasme adalah tuturan yang digunakan untuk menyampaikan kritik secara tidak langsung, dengan menggunakan kata-kata pedas untuk menyakiti hati orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tuturan sarkasme pada drama live action Kyou kara Ore wa! Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan kajian pragmatik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara mendengarkan dan mencatat, sedangkan analisis data dilakukan dengan memahami konteks situasi ucapan tersebut untuk mengetahui arti sarkastiknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarkasme dalam bahasa Jepang biasanya disampaikan secara tidak langsung melalui pemilihan kata, nada suara, dan konteks sosial tertentu. Fungsi sarkasme adalah untuk menyampaikan kritik, ketidakpuasan, atau penilaian negatif tanpa melanggar norma kesopanan secara langsung. Lalu, adanya dendam sehingga menimbulkan tuturan yang menyakiti hati lawan bicara.

 

 

References

Ariana, R. W. and Rizky Slamet (2024) “TUTURAN IMPLIKATUR YANG MEMILIKI MAKNA SINDIRAN IRONI BAHASA JEPANG”, Jurnal Sastra - Studi Ilmiah Sastra, 14(1), pp. 43-53. doi: 10.56413/studi ilmiah sastra.v14i1.487.

Budyatna, dkk. 2011. Teori Komunikasi Antar Pribadi. Jakarta: Kencana Prenada
Media Group.

Ekman, Paul. 2010. Membaca Emosi Orang. Yogyakarta: Diva Press

Kamal, Syahrudin. (2020) Majas Sindiran dalam tindak tutur ilokusi bahasa jepang pada anime Slamdunk (Kajian Pragmatik). Skripsi. Semarang: Universitas Diponegoro.

Keraf, Gorys. (2010). Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Leech, Geoffrey. (1993). Prinsip-prinsip Pragmatik. Jakarta: Salemba 4.

Mahsun, M. (2017). Metode Penelitian Bahasa. Depok: Rajawali Pers.

Rani Wulansari Ariana 2020. TUTURAN IMPLIKATUR AJAKAN DALAM DRAMA SUNAO NI NARENAKUTE. Jurnal Sastra - Studi Ilmiah Sastra. 10, 2 (Dec. 2020), 12-19.

Yule, George. (2006). Pragmatik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/sarkasme
Published
2025-12-31
How to Cite
Rani Wulansari Ariana. (2025). SARKASME BAHASA JEPANG PADA DRAMA LIVE ACTION KYOU KARA ORE WA!. Jurnal Sastra - Studi Ilmiah Sastra, 15(2), 72-83. https://doi.org/10.56413/studi ilmiah sastra.v15i2.553