Metafora Konseptual Ketahanan Emosi pada Drama Sunao ni Narenakute
Abstract
Bahasa berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi baik secara verbal maupun nonverbal. Bahasa dapat divisualisasikan melalui emosional manusia dan dapat diwujudkan ke dalam bentuk metafora konseptual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk metafora konseptual yang digunakan dalam dialog film Sunao ni Narenakute.khususnya mengenai ketahanan emosi. Emosi yang terdapat pada penelitian ini yaitu menunjukkan ketahanan emosional, kedekatan fisik, dan kehadiran seseorang yang mendukung dan menyemangati tokoh tersebut. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat, kemudian dianalisis menggunakan teori metafora konseptual dari Lakoff dan metafora emosi dari Kövecses. Hasil penelitian pada 7 data menunjukkan bahwa metafora konseptual dalam film membentuk dalam film dapat membentuk suatu sistem yang saling berkaitan dalam merepresentasikan ketahanan emosional. Metafora konseptual utama yaitu ‘emosi adalah luka fisik, hati adalah berlian’dari metafora tersebut menunjukkan pengalaman emosional yang dapat dipahami melalui pengalaman fisik, sensorik, spasial yang dekat dengan kehidupan manusia. Secara konseptual, proses ketahanan emosional tokoh berkembang dari pengalaman terluka, keinginan menjadi kuat seperti berlian, kebutuhan akan dukungan dari orang lain, hingga keberanian untuk membuka diri untuk lebih jujur sebagai pemulihan emosional. Temuan ini memperkuat pandangan bahwa metafora pada dialog film tidak hanya berfungsi sebagai gaya bahasa, tetapi juga sebagai mekanisme kognitif yang membentuk cara tokoh memahami, mengelola, dan membangun ketahanan emosional setelah mengalami pengalaman yang menyedihkan dan menyakitkan.
References
Ariana, R. W. and Rizky Slamet (2024) “Tuturan Implikatur Yang Memiliki Makna Sindiran Ironi Bahasa Jepang”, Jurnal Sastra - Studi Ilmiah Sastra, 14(1), pp. 43-53. doi: 10.56413/studi ilmiah sastra.v14i1.487.
Ekman, Paul. 2010. Membaca Emosi Orang. Yogyakarta: Diva Press.
Ghassani, N. S. (2023). Metafora konseptual idiom bahasa Jepang yang berkaitan dengan emosi [Skripsi, Universitas Dian Nuswantoro]. DSpace Universitas Dian Nuswantoro. https://repo.dinus.ac.id/items/db09c641-f53b-49dd-88d4-fb23283649bf
Keraf, Gorys. (2010). Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Kövecses, Z. (2010). Metaphor: A Practical Introduction (2nd ed.). Oxford: Oxford University Press.
Lakoff, G., & Johnson, M. (1980). Metaphors We Live By. Chicago: University of Chicago Press.
Leech, Geoffrey. (1993). Prinsip-prinsip Pragmatik. Jakarta: Salemba 4.
Mahsun, M. (2017). Metode Penelitian Bahasa. Depok: Rajawali Pers.
Rani Wulansari Ariana 2020. Tuturan Implikatur Ajakan Dalam Drama Sunao Ni Narenakute. Jurnal Sastra - Studi Ilmiah Sastra. 10, 2 (Dec. 2020), 12-19.
Sudaryanto. 1992. Metode Linguistik: ke Arah Memahami Metode Linguistik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Sutedi, Dedi. 2016. Mengenal Linguistik Kognitif. Bandung: Humaniora Utama
Press.
Sutedi, Dedi. 2019. Dasar-Dasar Linguistik Bahasa Jepang. Bandung:
Humaniora Utama Press.
Copyright (c) 2026 Rani Wulansari Ariana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

